Hidup dan Mati.
PESANAN MARTABAK FIKTIF DARI KOMPLEK PEMAKAMAN
Diera modern seperti ini banyak aplikasi untuk memudahkan kita memesan makanan.
Cerita dimulai, sehabis dzuhur ada mas gojek keliling mencari alamat sesuai pesanan nya.
Mas Gojek :
"Nyuwun sewu, dalem e mbak Walijem pundhi njih..?"
(Mohon maaf, rumahnya mbak Walijem dimana ya..?)
Warga :
"Walijem sinten mas..?"
(Walijem, siapa mas..?)
Mas Gojek : " Walijem, pesen martabak, kulo telepon mboten sambung tapi sinyale kok daerah mriki."
(Walijem pesen martabak, saya telepon tidak tersambung tapi sinyale kok daerah mriki..)
Sambil menunjuk nomer telepon mbak walijem dan sinyak itu di lokasi makam kampung.
Warga :
"Lah mas nek mbak Walijem niki sampun sedo setahun kepungkur."
(lah mas kalau mbak Walijem sudah meninggal setahun yang lalu".
Mereka saling pandang, dan mas gojeknya lunglai pingsan ditempat.
Beruntung ada beberapa warga yang melihat dan menolong.
Sekarang menjadi pembicaraan warga, dari mana pesanya sedang nomer yang bersangkutan sudah tidak aktif.
Dan yang aneh itu sinyal lokasi pemesan di daerah pemakaman kampung.
Horor juga ya...
Al Fatihah buat mbak Walijem.
Apakah ini mitos apa memang terjadi secara kebetulan, Allahu Alam.
Menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih dekat lagi sama Gusti Allah.
Hidup sementara ini manfaatkanlah dengan berbuat baik, tidak merugikan orang lain.
Agar kelak jika kita sudah meninggal setidaknya tidak menjadi bahan cerita atau membuat orang lain takut.
Banyak cerita tentang almarhumah, tetapi kita tidak etis membahas keburukan orang yang sudah tiada.
Alangkah baiknya kita doakan semoga dia tenang di alam sana,menjadi peringatan buat kita untuk lebih mendekatkan diri sama pencipta.
Baik buruk kehidupan adalah PILIHAN kita, jadi jalani saja segala Konsekuensinya.
Sekian.
Sekar Jayanti
Comments
Post a Comment