Tradisi Wiwitan


     Tradisi Wiwitan


Masyarakat Jawa sangat kental dengan masalah tradisi dan budaya.Yang mayoritas beragama Islam sampai sekarang masih menerapkan tradisi dan budaya jawanya.

Masyarakat Jawa biasa hidup didalam lingkungan yang memiliki adat istiadat yang cukup kental sekali. 

Adat istiadat jawa ini masih sering dipakai ketika ada acara atau kegiatan-kegiatan yang di selenggarakan oleh masyarakat jawa setempat.

Salah satu tradisi masyarakat Jawa adalah
Wiwitan. Wiwit dalam bahasa jawa berarti mulai.

Merupakan simbol waktu memulai panen padi yang diawali dengan memotong padi yang dilakukan oleh sesepuh desa.

    (waktu panen padi) 

Untuk memotongnya biasanya menggunakan ani ani (alat tradisional).
Ritual itu dilakukan sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur kepada bumi. Ditujukan juga untuk sedulur sikep dan Dewi Sri (Dewi Padi) yang mereka percaya menumbuhkan padi sebelum panen.

Tentunya rasa syukur kepada Penciptanya.


Perlu kita ketahui sedulur sikep bagi orang Jawa adalah bumi dianggap saudara manusia yang harus dihormati dan dijaga dilestarikannya untuk kehidupan.

Adapun uborampe (perlengkapan) yang dibawa dalam wiwitan berupa nasi tumpeng, ingkung, jajan pasar ,tempe, mie goreng, uraban,telur ,kerupuk dan buah-buahan.


.     (foto ilustrasi) 
Setelah dibacakan doa kemudian uborampe itu dibagikan kepada warga sekitar yang mengikuti wiwitan. 

Tradisi upacara adat wiwitan juga wujud menjalin hubungan silaturahmi warga satu dengan yang lain juga merekatkan para petani.

Meski terkesan sebagai tradisi Jawa, namun dalam wiwitan tak terlepas dari doa-doa dan tahlil yang dipimpin oleh sesepuh setempat.

Itulah salah satu kekayaan Indonesia ,sebagai generasi milenial kita harus melestarikannya.
Karena bangsa ini adalah bangsa yg besar,bangsa yang berbudaya dan adiluhung maka kita sebagai anak muda bisa "nguri-uri dan mbudidaya" (melestarikan) apa yang sudah menjadi tradisi turun temurun dari nenek moyang kita. 

Mari kita jaga dan lestarikan budaya tradisi ini,kalau tidak kita siapa lagi.

"Bangsa yang besar bangsa yang mau menghargai dan melestarikan adat dan budaya bangsanya sendiri."

Penulis: Sekar Jayanti 

Comments

Popular posts from this blog

Valentino Rossi

Hidup dan Mati.

Alat Tradisional Ani Ani