Kesandhung Gelung, Kesrimpet Bebet

Pitutur "KESANDUNG GELUNG KESRIMPET BEBET"
     (terima kasih p. KELIK BASUKI, tulisan        jawanya) 

Dalam kehidupan masyarakat jawa, terkadang kita pernah dengar pitutur (nasehat) dari orang tua. 
Nasehat itu berupa kalimat "KESANDUNG GELUNG KESRIMPET BEBET". 

Secara harfiah arti nama gelung dan bebet ialah:
Gelung adalah sanggul perempuan yang dilingkarkan di kepala bagian belakang, 
Yang biasanya ditambahi konde.


Bebet adalah kain panjang yang dipakai perempuan sering disebut jarik  dan dipakai acara tertentu bisa juga dipakai laki laki. 
(foto ilustrasi wanita bergelung dan berjarik, Dian Sastro) 

Dari kedua kata  "Kesandung Gelung Kesrimpet Bebet" yang artinya, Tersandung oleh sanggul dan terjerat oleh kain jarik.

Arti ini sangat luas bagi  yang sudah berumah tangga, terutama laki laki.

Maksudnya yaitu peringatan  kepada para suami agar tidak terjatuh pada godaan wanita yang bukan istrinya.

Adapaun beberapa penyebab yang semua ini terjadi, misal :
1.Mungkin karena wanita  fisiknya menarik.
2.Perilaku laki laki menarik.
3.Faktor ekonomi. 
4.Memang Tuk Mis (hidung belang). 

Sering orang melihat milik orang lain lebih menarik, rumput tetangga lebih hijau. 
Padahal dia sudah memiliki pasangan, tertipu keindahan semu. 

Kemudian rasa penasaran itu akan timbul, dengan intens mendekati orang yang di anggap lebih baik dari pasanganya itu. 

Memulai sering sapa, meminta nomer telepon, sering chat, berkirim pesan, berkirim foto dan lain lainya. 
Dan keduanya saat nafsu mulai bereaksi, dari hal yang sepele menjadi hal yang sepolo atau "KRIWIKAN jadi GROJOKAN". 

Jika semua itu terjadi maka laki laki atau wanita itu akan dengan senang hati memenuhi kemauan  gebetan barunya. 
Kemudian akan melupakan kewajibannya untuk pasanganya. 

Ini bisa berbahaya untuk rumah tangga, bisa menjadi awal kehancuran. 

Pilihlah laki laki /wanita satu yang berkualitas agar kita tidak bisa lagi membandingkan dengan yang lain. 

Seperti nasehat orang sepuh agar kita hati hati  juga menjaga diri dari godaan godaan hidup. 
Godaan itu selalu ada di kehidupan kita disekililing kita,berupa lawan jenis yang lebih indah dan menarik. 

Semoga yang sudah menjalani pernikahan bisa sakinah, mawaddah dan rahmah. 

Sakinah yaitu ketentraman, ketenangan, dan kenyamanan. Sehingga dalam keadaan bagaimanapun tetap pasanga  pilihanya yang terbaik. 

Lalu akan mewujudkan mawaddah dan rahmah,kasih sayang yang tulus untuk pasanganya tidak memandang baik buruknya fisik pasangan dan  yang berupa kesetiaan.

Dalam berumah tangga utamakan kenyamanan kebersaamaan, kekompakkan saling membutuhkan dan pengorbanan. 

Nah bisakah kita melakukanya? 
Mari kita tingkatkan iman dan taqwa agar hal hal yang tidak diinginkan jangan sampai terjadi. 

Jangan lagi mencari yang sempurna jika Tuhan sudah memberikan pasangan hidup/ jodoh yang terbaik buat kita. 
Selalu bersyukur apapun yang sudah diberikan Tuhan. 
Pertahankan dan saling memperjuangkan semoga bahagia. 
(foto ilustrasi) 

"Bicara/ menasehati memang mudah, merealisasikan bagaikan buah simalakama".  (Jayanti quote) 

Saya yang masih belajar sinau kehidupan ini semoga saling mengingatkan dan menjadi kebaikan bagi kita semua. 

Semua saya yang didapat dari nasehat para sepuh kala itu, bisa buat renungan kita semua. 
Sebab hidup adalah PILIHAN maka jalanilah segala Konsekuensinya, termasuk pilihan kita memilih pasangan hidup.

Sekar Jayanti

Comments

Popular posts from this blog

Valentino Rossi

Hidup dan Mati.

Alat Tradisional Ani Ani